Documentaries siapa

1919 Cimareme Berdarah; Sedang Berzikir, Haji Hasan Dihujani Peluru Kolonial

1.745 Views

GARUT | Priangan.com – Akhir 1918, kemarau panjang menyebabkan kegagalan panen. Persediaan beras menipis. Harga beras melambung sangat tinggi. Untuk mengendalikan persediaan bahan makanan, pada 24 Maret 1919 pemerintah kolonial mengeluarkan kebijakan pembelian padi dari petani.

Para petani yang memiliki tegalan sawah lebih dari 1 bahu diwajibkan menjual hasil panen mereka kepada pemerintah dengan harga murah. Aturan itu merugikan para petani, karena harga jual tak sebanding dengan modal yang dikeluarkan. Di tengah kondisi seperti, itu Haji Hasan Arif tampil ke muka. Ia adalah tokoh masyarakat di Desa Cimareme, Garut, yang dihormati dan disegani. []

Naskah: Irfal Mujaffar | Editor Video: Arie Budiman

Facebook Comments
zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
Tonton Juga :  Warga Garut Untung Besar, Sabun Cuci Piring Dibeli Presiden Senilai Rp 2 Miliar

Add Comment

Click here to post a comment

%d blogger menyukai ini: